Tuesday, December 1, 2015

A Plate of Dinner

Kampusku adalah salah satu kampus yang ada kuliah jam malamnya. Bahkan katanya sempet ada mahasiswa protes-protes karena kenapa ada kuliah malam udah bayar dan sebagainya apalagi parkiran udah nggak cukup. Kalo aku sih masuk yang santai aja mah yang penting lulus.

Akhir-akhir ini suka waktu cepet banget. Setelah dirasa-rasa kayanya waktu banyak terforsir. Udah jam istirahat tapi masih suka mikir ini itu, udah jam selonjoran nonton bola tapi masih suka inget ini itu. Ketika ngerasa 24 jam itu kurang, pasti ada yang salah nih.

Waktu di semester 7 ini emang udah acak. Jarang banget sekelas sama temen-temen dulu yang kemana-mana bareng berbanyak. Sekarang paling cuma 3-6 orang aja. Bahasannya juga udah tua, KKN, Kuliah Kerja Nikah. Suka inget dulu setiap kuliah nunggu-nunggu buat kumpul dan bandingin hasil tes kepribadian. Suka inget dulu setiap habis ujian nunggu-nunggu sampe keluar semua baru pulang. Suka inget dulu setiap semua udah keluar dari ujian nongkrong lama sambil ngobrol ini itu. Suka inget, ternyata udah mau lulus.

Angkatan di kuliah ini emang beda, dimana tahun angkatan dihitung berdasarkan masuknya, bukan keluar. Keluar SMA angkatan 2012, masuk kuliah angkatan 2012. Salah satu angkatan yang lolos dari kiamat bulan desember, katanya. Dan kelas malem ini, angakatan 2012 cuma 6 orang. Tiga diantaranya aku, Echa, dan Cesa.

Jarang-jarang nih bahas orang diblog.

Karena udah laper bagnet, pulang kuliah malem, aku, Echa, dan Cesa langsung makan nasi goreng sapi di kota baru. Salah satu kenikmatan hujan-hujan dingin makan nasi goreng sapi dan teh anget, bertiga. Obrolannya ringan, receh, remeh. Tapi kami coba kembali mengingat kenapa kami semua ada di sini. Kenapa dia masuk kampus ini, kenapa dia milih ini, kenapa dia milih jogja, kenapa dia nggak teguh sama impiannya tentang idealis yang bener teguh?

Semua hal yang di dunia ini emang turun karena ada maksud. Kenapa dia masuk kampus ini, kenapa dia milih ini, kenapa dia milih jogja, kenapa dia nggak teguh sama impiannya tentang idealis yang bener teguh semua ada jawabannya. Kami nggak tau apa itu dan alasan atau logika dibaliknya. Tapi satu yang kami tau, kalau dia nggak melakukan pilihan ini dulu, kami nggak akan ketemu.

Banyak. Banyak pengalaman pelajaran yang berusaha aku inget lagi di jalan sepulang makan malam. Dari mulai taruhan berani maju di kelas, setiap baris depan yang dihindari, setiap jalan yang dilewati, setiap hujan yang menari, dan setiap senyum yang berganti.

Nggak ada yang lain yang bisa diucapin selain terima kasih. Menjadi pendamping di saat membentuk karakter emang nggak akan terganti. Nggak cuma mereka berdua, banyak orang yang berarti di 4 tahun ini. Untuk semua yang di angkatan 2012, walaupun keluarnya ada yang cepet ada yang entaran, setidaknya satu tahap hidupmu akan terselesaikan. Berbahagialah. Bersyukurlah.

Sekali lagi, terima kasih.

Friday, September 25, 2015

Sweet Talk

Akhir-akhir ini suka banget naik motor jauh (baca: pulang kkn) pake headset sambil dengerin Danilla satu album. Over and over again, nganti tuo. Tapi serius emang paling enak kalo sore-sore diem dengerin musik sambil drive to the sunset.

Beberapa kegiatan akhir-akhir emang suka gesek jadwalnya, dimana prioritas dikontraskan dan ketelitian ditajamkan. Ini salah satu marathon kegiatan yang bareng-bareng terpanjang di masa kuliah, and the good news is tinggal seminggu lagi. Kata Mas Danur kakak angkatan kampus, hidup kaya marathon, jaraknya jauh, mau kenceng tapi cepet cape atau santay tapi pasti nyampe.

Meskipun milih santay tapi pasti nyampe pun ujungnya juga cape. Dan cape bisa bikin overwhelmed yang berujung marah-marah dan melankolis. But it's all normal. Ga ada yang
salah, karena setiap orang punya marah dan sisi melakolisnya, dan hak mereka untuk menggunakannya.

Tapi ketika kamu butuh an extra energy on this marathon, talk you your lovers will be great. Make a warm talk, have a sweet day, and butterflies in you tummy.

Berbahagialah.

Friday, April 24, 2015

Emang Suka Lupa

Ada satu hal yang sangat berbahaya di dunia, ketika kamu berlari begitu kencang, kamu akan tumpul. Maksudnya kaya kamu terlalu belajar, tumpul. Kamu terlalu kerja, tumpul. Kamu terlalu bobok juga pun, tumpul.

Ada salah satu penyebab kenapa kita berlari begitu kencang, karena kita tidak pernah yakin sepenuhnya dengan apa yang kita perbuat. Itulah juga yang membuat joko anwar besar hingga sekarang, dia pernah cerita bahwa karya film pertamanya yang mendapatkan penghargaan adalah hasil proses yang tidak sempurna. Filmnya hanya terambil ¾ karena keterbatasan biaya, pada saat editing juga ternyata file yang diambil rusak dan gambarnya cacat. Setelah itu dia mengedit seadanya hingga berwujud sebuah cerita beralur. Diikutkan awarding, pasrah, menang, mendapatkan award dengan komentar “alur cerita yang menarik dengan edit gambar yang berani”.

Ketika kamu ujianpun, dengan materi yang banyak banget, dan waktu belajar yang terbatas, dan ketika kamu tidak yakin penuh dengan apa yang kamu kerjakan, jangan lupa bahwa kamu punya Tuhan.

Thursday, July 3, 2014

The Ability to be Naive

Bangun tidur akhir-akhir ini serasa tidurnya sambil marathon. Bangun-bangun capek. Mimpinya juga aneh-aneh, siang sebelum debat cawapres mimpi Hatta diinjak-injak sama JK, pas tidur dan hujan deres langsung mimpi renang di air terjun. Lereno man.

Semua orang punya sesuatu untuk dipercayai. Agama. Pikiran. Pengalaman. Orang. Kata-kata. Mimpi. Ujian. Tuhan. Yang semua bergabung menjadi satu berwujud intuisi yang membimbing kamu untuk tetap terisi berhati tidak mati.

Bahasa manusia yang kita ciptakan saat ini adalah bahasa yang kita ciptakan sendiri, sesuai akal dan pikiran masing-masing. Sesuai standart perkembangan yang telah orang tetapkan. Walaupun sebenarnya komunikasi yang ada sejak dulu adalah menggambar, gua, dan kamar kecilmu dulu. Disitulah intuisi bekerja. Tanpa kata yang terucap, tanpa kalimat yang bertanda, tanpa tanda yang selalu ada, hanya kamu dan dia intuisi.

Sesuai intuisi manusia bekerja melalui gabungan insting dan nurani. Bermotif seperti hewan bergerak seperti Tuhan. Ada nilai-nilai Tuhan yang manusia berusaha contoh, yang beberapa sudah Nabi berhasil contohkan. Intuisi yang berbisik melalui tulang belakangmu itulah yang menuntunmu dengan mata ke 3 seorang manusia, hatinya.

Hati yang tidak pernah padam akan menjadi penegak terakhir disaat terakhir, disaat pikiran dan tubuh yang sudah tidak. Hati yang tetap, hati yang naif. Pikiran yang tetap, pikiran yang naif. Seseorang mempunyai sosok naifnya. Nggak move on selama 2 tahun, naif. Nggak pernah belajar tapi di portal dapet A, naif. Pengen kenyang gamau gerak, naif. Pengen menang tapi alasan, get a life bro. Udah jelas kalah dan tidak menguntungkan tapi tetap maju, naif. Aturlah naifmu agar kamu naif untuk hari itu, tidak untuk besok atau lusa. Even heroes have a right to bleed.

Thursday, May 22, 2014

70:20:10

Marilah coba memberi kesimpulan untuk beberapa hari terakhir ini.

Kuliah udah semakin ribet. Eh enggak dari awal emang ribet, tapi baru sekarang mulai serius kuliah walaupun di kelas masih tidur dan ngulet-ngulet, oke itu normal *lalu liat sekeliling. Lulus tepat waktu adalah salah satu cara agar jodohmu cepat datang *atau tidak?

Abankirenk semakin lucu. Suatu sore ngobrolin reklame sampe sultan Turki yang dikudeta sama Ataturk. Then you realize how fun learn is.

Semalem aku ketemu kamu. Lagi. Tentu disebuah mimpi. Mimpi yang bersudah indah, bergidik tidak, berlalu syahdu, berpeluk peluh, bersenyum berlalu, teriring masa lalu, berteladan budi, sudah, sudah, berlalulah.

Mendadak sajak.

Satu hal yang hanya dimiliki satu orang: perubahan yang berlalu pada dirinya. Sic transit gloria mundi, ga ada perubahan yang abadi kecuali perubahan itu sendiri, semua orang pernah mencoba menjadi seseorang yang lain. Tanpa disadari ada seseorang yang pengen jadi dirinya. Cuma nggak tau aja dia lebih hebat dari yang dikira.

Perubahan bisa didatangkan dengan waktu. Yang biasanya terkontrol oleh waktu, coba kontrol waktu.
70% waktumu untuk hal yang kamu lakukan sehari-hari: kuliah, kerja, apapun yang menjadi tugas utamamu.
20% waktumu untuk hal yang kamu sukai dan bakal berguna dikemudian hari: hobimu, basketmu, kompetisimu.
10% waktumu berikan kepada apa yang bener bikin kamu fun & fired up: gaming, baca buku, ngopi lucu, 9gag, nonton yang itu keluar emang bikin kamu seneng dan nggak meninggalkan beban pikiran.

Jika 100% waktumu buat apa yang kamu lakuin sekarang, emang kamu jadi here-and-now-man, tapi besok itu nggak sama kaya hari ini.

Jika 50% waktumu buat apa yang baru bakal berguna dikemudian hari, kamu nggak hidup. Karena bahagia berasal dari here & now.

Jika 25% waktumu buat apa yang kamu bener suka dan tidak menghasilkan apa-apa, kamu cuma bakal makan ikan dari hasil mancing tadi siang.

70:20:10.