Showing posts with label Short talk. Show all posts
Showing posts with label Short talk. Show all posts

Wednesday, June 29, 2016

0.00917

Bulan puasa punya nuansa magis setiap tahunnya. Cuma di bulan puasa setiap sore keluarga bisa kumpul makan bareng, yang dihari biasa cuma terjadi saat special event. Cuma dibulan puasa bisa kompak nonton bola bareng-bareng. Terlebih bulan puasa tahun 2016 bertepatan dengan Copa America dan EURO Cup. Jam 20.00 bola, jam 23.00 bola, jam 02.00 bola, jam 06.00 bola, jam 08.00 bola. Marhaban ya bal balan.

Bulan puasa tanpa disadari bikin time management lebih teratur karena setiap orang punya fixed agenda setiap adzan maghrib dan waktu subuh. Waktu meeting menjadi lebih teratur, jadwal kerjain ini itu lebih teratur, jadwal tidur lebih teratur, dan jadwal nonton lebih teratur. *lho

Ada satu momen di bulan puasa yang selalu datang setiap tahunnya, dimana bulan puasa menyediakan contemplative time. Ada momen dimana kita dipaksa sendiri, melakukan self talk, dan merenung. Saat menunggu iqomah sholat subuh, saat dengerin khotbah Jumat yang kalau dibulan puasa jadi lebih khusyuk, dan saat  macet di jalan menuju tempat bukber.

Bulan puasa 2016 bertepatan dengan resign-nya beberapa teman di kantor. Ada yang berniat untuk kembali ke asalnya kembali ke keluarganya, ada yang berniat untuk kembali ke kotanya untuk mengembangkan usaha sampingan, dan ada yang berniat untuk menerima, menerima jawaban bahwa rejeki tidak pernah tertukar.

Berada di kantor yang isinya anak muda semua, yang paling tua 30an tahun, membuat ego dan emosi yang pendek. Keempat orang yang resign pada bulan puasa ini sudah membulatkan niat, berusaha menyingkirkan ego dan memanjangkan emosi. Dianggap level berikutnya dari bekerja di sini. Sayangnya kenaikan level tersebut yang mereka resign.

Beberapa dari kita bangun setiap pagi untuk memenuhi ambisi diri. Bangun setiap pagi untuk memberi makan ego pribadi. Bangun setiap pagi untuk menyumpah serapah untuk mendapat pembenaran hakiki.

0.00917 adalah perbandingan besar bumi terhadap matahari. Matahari lebih besar dari bumi 109 kalinya. Kita berada di tempat bernama bumi itu dengan ambisi dan ego diri pribadi.

Bukan ini bukan bahan ceramah sholat Jumat. Tetapi humanity tanpa hitung untung dan rugi yang perlu diberi, agar kodrat diri sendiri tidak hilang ditelan bumi.

Tuesday, December 1, 2015

A Plate of Dinner

Kampusku adalah salah satu kampus yang ada kuliah jam malamnya. Bahkan katanya sempet ada mahasiswa protes-protes karena kenapa ada kuliah malam udah bayar dan sebagainya apalagi parkiran udah nggak cukup. Kalo aku sih masuk yang santai aja mah yang penting lulus.

Akhir-akhir ini suka waktu cepet banget. Setelah dirasa-rasa kayanya waktu banyak terforsir. Udah jam istirahat tapi masih suka mikir ini itu, udah jam selonjoran nonton bola tapi masih suka inget ini itu. Ketika ngerasa 24 jam itu kurang, pasti ada yang salah nih.

Waktu di semester 7 ini emang udah acak. Jarang banget sekelas sama temen-temen dulu yang kemana-mana bareng berbanyak. Sekarang paling cuma 3-6 orang aja. Bahasannya juga udah tua, KKN, Kuliah Kerja Nikah. Suka inget dulu setiap kuliah nunggu-nunggu buat kumpul dan bandingin hasil tes kepribadian. Suka inget dulu setiap habis ujian nunggu-nunggu sampe keluar semua baru pulang. Suka inget dulu setiap semua udah keluar dari ujian nongkrong lama sambil ngobrol ini itu. Suka inget, ternyata udah mau lulus.

Angkatan di kuliah ini emang beda, dimana tahun angkatan dihitung berdasarkan masuknya, bukan keluar. Keluar SMA angkatan 2012, masuk kuliah angkatan 2012. Salah satu angkatan yang lolos dari kiamat bulan desember, katanya. Dan kelas malem ini, angakatan 2012 cuma 6 orang. Tiga diantaranya aku, Echa, dan Cesa.

Jarang-jarang nih bahas orang diblog.

Karena udah laper bagnet, pulang kuliah malem, aku, Echa, dan Cesa langsung makan nasi goreng sapi di kota baru. Salah satu kenikmatan hujan-hujan dingin makan nasi goreng sapi dan teh anget, bertiga. Obrolannya ringan, receh, remeh. Tapi kami coba kembali mengingat kenapa kami semua ada di sini. Kenapa dia masuk kampus ini, kenapa dia milih ini, kenapa dia milih jogja, kenapa dia nggak teguh sama impiannya tentang idealis yang bener teguh?

Semua hal yang di dunia ini emang turun karena ada maksud. Kenapa dia masuk kampus ini, kenapa dia milih ini, kenapa dia milih jogja, kenapa dia nggak teguh sama impiannya tentang idealis yang bener teguh semua ada jawabannya. Kami nggak tau apa itu dan alasan atau logika dibaliknya. Tapi satu yang kami tau, kalau dia nggak melakukan pilihan ini dulu, kami nggak akan ketemu.

Banyak. Banyak pengalaman pelajaran yang berusaha aku inget lagi di jalan sepulang makan malam. Dari mulai taruhan berani maju di kelas, setiap baris depan yang dihindari, setiap jalan yang dilewati, setiap hujan yang menari, dan setiap senyum yang berganti.

Nggak ada yang lain yang bisa diucapin selain terima kasih. Menjadi pendamping di saat membentuk karakter emang nggak akan terganti. Nggak cuma mereka berdua, banyak orang yang berarti di 4 tahun ini. Untuk semua yang di angkatan 2012, walaupun keluarnya ada yang cepet ada yang entaran, setidaknya satu tahap hidupmu akan terselesaikan. Berbahagialah. Bersyukurlah.

Sekali lagi, terima kasih.

Friday, September 25, 2015

Sweet Talk

Akhir-akhir ini suka banget naik motor jauh (baca: pulang kkn) pake headset sambil dengerin Danilla satu album. Over and over again, nganti tuo. Tapi serius emang paling enak kalo sore-sore diem dengerin musik sambil drive to the sunset.

Beberapa kegiatan akhir-akhir emang suka gesek jadwalnya, dimana prioritas dikontraskan dan ketelitian ditajamkan. Ini salah satu marathon kegiatan yang bareng-bareng terpanjang di masa kuliah, and the good news is tinggal seminggu lagi. Kata Mas Danur kakak angkatan kampus, hidup kaya marathon, jaraknya jauh, mau kenceng tapi cepet cape atau santay tapi pasti nyampe.

Meskipun milih santay tapi pasti nyampe pun ujungnya juga cape. Dan cape bisa bikin overwhelmed yang berujung marah-marah dan melankolis. But it's all normal. Ga ada yang
salah, karena setiap orang punya marah dan sisi melakolisnya, dan hak mereka untuk menggunakannya.

Tapi ketika kamu butuh an extra energy on this marathon, talk you your lovers will be great. Make a warm talk, have a sweet day, and butterflies in you tummy.

Berbahagialah.

Friday, January 11, 2013

Tawar Saja Sampai Hamil

Sudahkah anda menawar hari ini? hahaha. Indonesia itu negara nawar, apa-apa ditawar, kemampuan negosiasinya diatas rata-rata. Mau beli barang nego, mau berangkat kuliah nego berangkat atau enggak, sikasih tugas langsung nego kumpulinnya paling lambat tanggal berapa jam berapa, bangun tidur nego 5 menit lagi (hei ini harus hahaha).

Seberapa perlunya nego? Kita mulai bernegosiasi itu agar keuntungan yang didapat lebih banyak, rugi lebih sedikit, bagi kita, nggak tau bagi lawan bicaranya. Sebenernya nego itu nggak untung-untung amat juga, ada ruginya. Contoh: menego untuk enak hidupnya, untuk sekarang, nggak tahu besoknya.

Kalau mau masuk kerja dinego bisa? "Organisasi anda aktif tapi kenapa IP-nya pasif?" "lha saya bla bla bla bla". Tapi iya emang bener? Bad man find a reason, good man find the way.

Tapi ada perkecualian, ada yang nggak bisa dinego. Contohnya aja proposal suntingan. Percaya, calon mertuamu nggak mau nego tentang kamu udah kerja atau belum, setirmu lurus atau benkong bunder, gasmu di tangan atau di kaki, kamu punya pedal kopling atau enggak, atau kamu mau sekarang atau enggak? Walaupun terdengar klise, ekonomi juga penting, cinta sih cinta tapi sepiring berdua atau sepiring satu-satu pilih mana? (Pesan mamanya Farah yang satu ini bener-bener mengiang hehehe).

Thursday, January 3, 2013

New Year


Happy new year everybody! Jam berapa sampe rumah kemarin? Kalo saya sih tidur dari jam 8 malem dan ikut ganti tahun baru jam 1, bangun gara-gara karaokean di rumah seberang sudah sampe sayonara sampai berjumpa pulang huehehehe. Sebelum menjunjung resolusi yang baru pada tahun ini lucunya emang mengevaluasi pencapaian tahun 2012, dari beberapa yang saya ingat ada beberapa yang tercapai, belum signifikan.

Resolusi saya ditahun ini hanya satu, berhasil menjadi diri sendiri. Tanpa didogma orang lain. Diri sendiri yang bernafas lega. Diri sendiri yang berdiri sendiri. Diri sendiri yang terkalahkan diri sendirinya yang sejati. Diri sendiri yang tetap menjadi dirinya. Dan tentunya diri sendiri yang membebaskan seorang penyendiri yang bersamping rindu.

Dan resolusi ini tidak berjangka 365, 365 hanyalah jumlah hari yang baru untuk diikuti siklusnya. Manusia memiliki siklus, peradaban memiliki siklus, negara memiliki siklus, semuannya memiliki siklus. Dan manusia baiknya membuat siklusnya sendiri, karena hidup, hidupnya juga.

amsyong

Saya semangat menyambut siklus baru ini. Ditembok ruang keluarga saya sudah terpaku kalender cina yang setiap hari satu sobekan huehehehe. Menyadarkan bahwa yang ditiduri semalam itu hanya pengalaman yang berteladan. Yang ditiduri semalam adalah refleksi sehari untuk diperbaharui. Dan menyadarkan bahwa yang kamu ambil dipagi segar ini adalah lembaran bekas yang dibaliknya terluas ruang untuk rencana harapan untuk menggapai resolusimu. Menyadarkan bahwa yang bertatap pagi ini adalah waktu yang akan berteman menyambut sesederhana senyum untuk perbuatan yang kamu harap semalam kepada Tuhan. Berbahagialah.

Thursday, September 13, 2012

Siti



Seperti kebohongan yang selalu ditutupi kebohongan lain, pikiran positif seharusnya begitu juga. Hidup kita ini tidak sendirian. Ada yang selalu ada didekat kita. Yang sangat dekat dengan jiwa dan mental bahkan lebih dekat dari jarak jari dengan mousemu atau jempol dengan keypadmu. Gusti mboten sare. God never die. Hidup ini diaturNya. Sebelum kita turun di dunia, kita sudah diberikan jodoh, rejeki, dan mati. Allah tidak akan mengubah takdir makhlukNya jika makhlukNya tidak berusaha. Setidaknya kita dimulai dengan berusaha positive thinking, khusnuzan, be thankful, atau tansah syukur.

Wednesday, June 27, 2012

Dare to Be Different


Kenapa ada orang yang nggak berani membuat perbedaan. Takut dan khawatir. Takut kepada resiko yang dibuat. Khawatir terhadap hasil yang didapatkan. Padahal tak ada sesuatu yang tidak memiliki resiko. Cuma kita nggak memikirkannya saja. Contohnya aja makan, makan punya resiko: keracunan terus sakit, tersedak masuk saluran tenggorokan terus mati. Resiko bung. Kita hanya tidak memikirkannya, jadi itu tidak akan terjadi. Berani aja, salah itu membuat jadi lebih baik.

Love,
Author.